Kamis, 26 Juli 2018

Museum Bio Farma, mengenal sejarah Vaksin di Indonesia

Museum Bio Farma, mengenal sejarah Vaksin di Indonesia -  Pertama tahu museum ini dari postingan Ulu di blognya, Bandung Diary. Penasaran ingin berkunjung juga. Tapi lupa terus mau tanya ke Ulu. Sampai akhirnya tanggal 18 Juli lalu saya berkesempatan datang ke acara open house Museum Bio Farma. Kapan lagi, karena ternyata museum ini memang belum terbuka untuk umum. Ngga saya sia-siain dong kesempatan ini. Saking senangnya, kepagian sampai lokasi, hehehe. Belum ada teman yang datang, mana komplek Bio Farma itu luas banget. Hampir 9 hektar kalau ngga salah. Untung Pak Satpamnya baik-baik. Langsung tahu juga ketika ditanya di mana lokasi acara. Ya, walau saya sempat salah masuk gedung sih, hehehe. Mana udah naik ke lantai 3 pula. Turun lagi deh, trus menelpon Mbak Junita yang memang kerja di sana. Akhirnya ketemu juga gedung yang dimaksud.

Kamis, 05 Juli 2018

Cipanas - Nagrak, Kolam Air Panas alami di Parongpong

Cipanas - Nagrak, kolam air panas alami di Parongpong. Liburan ke mana kali ini ? Kami ngga pergi jauh-jauh. Lebaran yang biasanya mudik ke Tasikmalaya ke kampung halaman suami juga ngga. Menikmati Parongpong dan sekitaran Bandung saja. Salah satunya ini, Cipanas - Nagrak. Kolam air panas yang mengandung belerang. Sumbernya berasal dari Gunung Tangkuban Parahu. Sebenarnya tempat ini sudah ada sejak lama. Yang saya ingat, ketika kecil dulu sering diajak Bapak main ke kolam air panas. Letaknya di tengah-tengah kebun gitu. Lewat jalan kecil dan kolam ada dibagian bawah. Ternyata sekarang sudah jauh berbeda penampakannya. Setelah dikelola oleh karang taruna setempat, tempat ini jadi salah satu tempat wisata yang cukup dikenal. Coba deh buka Instagram lalu ketik kata kunci 'Cipanas Nagrak'. Sudah banyak foto yang menampilkan keindahannya.

Senin, 28 Mei 2018

BJB Tandamata untuk Kemudahan Menabung


Fauzan itu sudah saya ajarkan menabung sejak kecil. Kami bukan termasuk orang yang hidup berkecukupan. Jadi menabung itu perlu. Walau dulu dia belum mengerti nilai uang. Kadang malah suka menolak kalau ada yang memberi, kalau toh diterima ya langsung diberikan lagi kepada Ibunya. Saya suka bilang, uangnya ditabung supaya bisa membeli sesuatu yang dia inginkan. Alhamdulillah, ada beberapa barang yang bisa dibeli dari hasil tabungannya itu. Sekarang ? Kalau ada yang ngasih langsung dipegang sendiri, Ibunya gigit jari, hehehehe. Alhamdulillahnya, meski dipegang sendiri bukan berarti langsung dihabiskan sih. Dia masukin celengan pribadinya. Ingin beli komputer yang spesifikasinya lebih bagus katanya. Hanya saja, bentuk celengan jaman sekarang yang pakai kunci itu bisa menggoda supaya gampang diambil. Celengan ngga penuh-penuh karena uangnya udah sering diambil buat beli ini itu. Menabung di bank aja kali ya, biar agak susah untuk mengambil uangnya. Banyak pilihan bank pula.