Kamis, 05 Juli 2018

Cipanas - Nagrak, Kolam Air Panas alami di Parongpong

Cipanas - Nagrak, kolam air panas alami di Parongpong. Liburan ke mana kali ini ? Kami ngga pergi jauh-jauh. Lebaran yang biasanya mudik ke Tasikmalaya ke kampung halaman suami juga ngga. Menikmati Parongpong dan sekitaran Bandung saja. Salah satunya ini, Cipanas - Nagrak. Kolam air panas yang mengandung belerang. Sumbernya berasal dari Gunung Tangkuban Parahu. Sebenarnya tempat ini sudah ada sejak lama. Yang saya ingat, ketika kecil dulu sering diajak Bapak main ke kolam air panas. Letaknya di tengah-tengah kebun gitu. Lewat jalan kecil dan kolam ada dibagian bawah. Ternyata sekarang sudah jauh berbeda penampakannya. Setelah dikelola oleh karang taruna setempat, tempat ini jadi salah satu tempat wisata yang cukup dikenal. Coba deh buka Instagram lalu ketik kata kunci 'Cipanas Nagrak'. Sudah banyak foto yang menampilkan keindahannya.

Senin, 28 Mei 2018

BJB Tandamata untuk Kemudahan Menabung


Fauzan itu sudah saya ajarkan menabung sejak kecil. Kami bukan termasuk orang yang hidup berkecukupan. Jadi menabung itu perlu. Walau dulu dia belum mengerti nilai uang. Kadang malah suka menolak kalau ada yang memberi, kalau toh diterima ya langsung diberikan lagi kepada Ibunya. Saya suka bilang, uangnya ditabung supaya bisa membeli sesuatu yang dia inginkan. Alhamdulillah, ada beberapa barang yang bisa dibeli dari hasil tabungannya itu. Sekarang ? Kalau ada yang ngasih langsung dipegang sendiri, Ibunya gigit jari, hehehehe. Alhamdulillahnya, meski dipegang sendiri bukan berarti langsung dihabiskan sih. Dia masukin celengan pribadinya. Ingin beli komputer yang spesifikasinya lebih bagus katanya. Hanya saja, bentuk celengan jaman sekarang yang pakai kunci itu bisa menggoda supaya gampang diambil. Celengan ngga penuh-penuh karena uangnya udah sering diambil buat beli ini itu. Menabung di bank aja kali ya, biar agak susah untuk mengambil uangnya. Banyak pilihan bank pula.

Jumat, 04 Mei 2018

Waroenk Idea, Mencari Matahari Terbenam di Bandung Timur

Waroenk Idea, mencari matahari terbenam di Bandung Timur - Daerah Kiaracondong memang jauh dari Parongpong. Naik angkot bisa memakan waktu 2 - 3 jam. Selain jarak, macet dan angkot yang lama mencari penumpang adalah alasan lainnya. Walau begitu, saya sering lewat daerah ini. Ke RS Al-Islam di Jl. Soekarno-Hatta misalnya, bisa sebulan sekali. Belum lagi kalau berkunjung ke rumah kakak di Ciwastra atau ke rumah mertua di Jatinangor, sebulan bisa berkali-kali melalui Kiaracondong.