Minggu, 17 Januari 2016

Melindungi Anak dari Bahaya Kecanduan Games

Melindungi anak dari bahaya kecanduan games, lengkapnya adalah kiat-kiat memahami dan melindungi anak dari bahaya dibalik kecanduan game. Tema seminar yang diberikan oleh Ibu Elly Risman, Psi dalam acara Grand Launching Gerakan Gadget Sehat (GGS) yang diprakarsai oleh Kakatu. Alhamdulillah bisa datang di acara ini bersama beberapa teman blogger Bandung. Pemanasan untuk bisa aktif lagi jadi blogger setelah banyak kejadian di tahun lalu. Senangnya bisa kesampaian ikut seminarnya Ibu Elly. Selama ini cuma bisa lihat di TV dan membaca tulisan-tulisannya melalui media.

Apa itu Kakatu.

Sebelum Ibu Elly, ada Kang Mumu (Muhamad Nur Awaludin, S.Kom) yang menjelaskan apa itu Kakatu. Kakatu adalah aplikasi untuk menghindarkan anak dari kecanduan games dan konten tidak baik di dalamnya. Kita bisa blok situs (situs apa saja yang bosa diakses oleh anak), blok aplikasi (aplikasi atau games yang sesuai umur anak) juga membatasi waktu anak menggunakan gadget (menggunakan gadget dengan bijak). Aplikasi ini bisa diunduh gratis melalui google play. Satu tahun berjalan, sudah ada 135.000 orang yang mengunduh aplikasi ini, 13.600 lebih komentar positif, lebih dari 10 negara menggunakan Kakatu, dan banyak lagi hal-hal positif yang diraih. Akan ada fitur baru pula yaitu Kakatu Browser. Jadi, boleh dicoba mengunduh Kakatu untuk teman-teman yang sudah mempunyai anak. Bagaimanapun juga, kita tidak bisa menjauhkan anak dari teknologi. Tapi kita bisa mengarahkan. Karena teknologi adalah bagian dari masa depan mereka.

Tim Kakatu sekarang ada 8 orang yang sebelumnya hanya berjumlah 4 orang. Isinya anak-anak muda semua. Mereka yang sangat peduli terhadap masa depan anak-anak.

Sebagai mantan pecandu games, Kang Mumu tahu betul apa saja hal buruk yang terjadi jika anak kecanduan games. Anak bisa mencuri, berbohong, berjudi, juga terpapar konten pornografi. Dengan berjalannya waktu dan beberapa kejadian yang menjadi titik baliknya, Kang Mumu dan teman-temannya menciptakan aplikasi Kakatu ini. Aplikasi yang membantu para orang tua untuk mengarahkan anak-anak menggunakan  gadget secara bijak, melindungi anak dari bahaya kecanduan games.

Para peserta seminar yang memenuhi sebagian ruangan auditorium FK UNPAD di Jl. Eyckman no. 38 - Bandung.


Memahami dan melindungi anak dari bahaya dibalik kecanduan games.

Yang berkerudung hijau itu adalah Ibu Elly Risman.

Nah, ini yang dinanti-nanti seluruh yang hadir. Waktunya Ibu Elly Risman memaparkan materinya. Dibuka dengan pertanyaan, mengapa anak kecanduan games ? Orang tua yang tidak siap menjadi orang tua, orang tua yang tidak merumuskan tujuan pengasuhan secara bersama, menilai anak dengan rendah, orang tua yang tidak menguasai tahap perkembangan anak dan bagaimana cara otak bekerja. Ini jawabannya. 

Siap-siap aja ya, selama acara, orang tua bakal disindir terus-terusan oleh Ibu Elly. Dan kami para peserta (saya terutama), tidak bisa mengelak. Sindiran Ibu Elly beneran kena telak di hati terdalam. Apalagi waktu Ibu Elly mencontohkan kekeliruan komunikasi orang tua dengan anak. Bicara cepat, tergesa-gesa, memerintah, mengancam, huhuhu .. iya saya seperti itu. Biasanya saya melakukan itu saat pagi hari. Maksudnya memang baik, agar anak segera bangun dan tidak telat ke sekolah, tapi caranya salah. Dan ternyata bukan saya saja yang merasa, tapi hampir semua orang tua di ruangan itu pernah melakukan hal yang sama.

Dirumuskan berdasar riset, tujuan pengasuhan yang harus disepakati bersama adalah :
  1. Anak harus siap jadi hambal Allah/Mukmin yang baik.
  2. Siapkan menjadi calon istri/suami.
  3. Siapkan menjadi calon ayah/ibu.
  4. Siapkan menjadi profesional/enterpreneur.
  5. Siapkan menjadi pendidik istri dan anak-anak.
  6. Siapkan menjadi penanggung jawab keluarga.
  7. Jadikan manusia yang bermanfaat bagi orang banyak.
Kekeliruan dalam komunikasi antara orang tua dan anak :
  1. Bicara tergesa-gesa.
  2. Tidak mengenal diri sendiri.
  3. Orang tua lupa bahwa setiap individu adalah unik.
  4. Bahwa anak mempunyai kebutuhan dan kemauan berbeda.
  5. Orang tua tidak membaca bahasa tubuh anak.
  6. Orang tua tidak mendengar perasaan anak.
  7. Orang tua kurang mendengar aktif.
  8. Berbicara menggunakan "12 gaya populer" : memerintah, menyalahkan, meremehkan, membandingkan, mencap/label, mengancam, menasehati, membohongi, menghibur, mengkritik, menyindir, menganalisa.
Orang tua jangan pernah lupa, bahwa anak adalah generasi platinum yang hidup di era digital.  Seharusnya orang tua menyiapkan anak dalam menghadapi tantangan di era ini. Jangan mudah memberikan gadget hanya untuk mengisi kekosongan jiwa anak. Padahal banyak bahaya dari gadget tersebut. Ada quote bagus dari Ibu Elly :

"Bahaya yang paling besar bukan anak akses pornografi atau main game seharian, tapi bahaya yang tidak pernah orang tua sadari bahwa itu adalah bahaya."

Maksudnya, yang lebih bahaya adalah ketika orang tua tidak menyadari kalau anak sudah akses pornografi, main game seharian itu adalah bahaya.

Sebenarnya, tidak semua games itu mempunyai nilai negatif, ada banyak juga nilai positifnya juga. Misalnya saja untuk meningkatkan penggunaan Bahasa Inggris. Ini pengalaman anak saya, dari games yang dia mainkan bisa menambah kosakata Bahasa Inggrisnya.

Ibu Elly banyak mencontohkan kasus-kasus yang pernah ditanganinya akibat dari anak kecanduan games. Duh, miris mendengarnya. Apalagi mereka yang kecanduan lalu terpapar konten pornografi. Arg, ternyata ada ya anak-anak usia SD - SMP yang seperti itu. Dan ada juga ya orang tua yang cuek walau anaknya sudah jelas-jelas kecanduan games hingga perlu ditangani psikolog.

Semoga anak-anak kita dijauhan dari hal-hal seperti itu ya. Kita sebagai orang tua HARUS bisa mengarahkan anak-anak menggunakan gadgetnya dengan bijak. Dan jika anak sudah kecanduan games, peluk dia, jangan biarkan dia sendiri. Terima dia sebagai amanah Allah. Amanah yang kelak harus kita pertanggungjawabkan di hadapanNya.

Dari penjelasan Kang Mumu juga Ibu Elly, intinya adalah orang tua. Orang tua harus bisa memahami keinginan anak, mau mendengar. Perbaiki cara komunikasi orang tua dan anak.Cari tahu games yang dimaikan anak, cocok dengan usianya atau tidak. Alasannya apa memberi anak games, sudah sepakatkah antara ayah dan ibu. Perlu juga ketegasan tentang batas waktu bermain games. Walau anak saya belum kecanduan games, tapi semua ilmu dari Ibu Elly ini sangat berguna sekali untuk mencegah jangan sampai dia kecanduan games.

Makasih undangannya ya, makasih komunitas BloggerBDG..


Acara ini diakhiri dengan ceremonial peluncuran Gerakan Gadget Sehat.

25 komentar :

  1. keren banget ini acaranya bu...,makasih ya sudah share
    memang kita susah mencegah anak pegang gadget, tapi setidaknya dengan ini bisa mengatur anak supaya nggak kebablasan..oke banget programnya nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2, Mbak.
      Karena itu saya ikut acara ini, karena materinya bagus. Anak dilarang di rumah, di luar bisa tau dari temen2nya. Jadi orang tua yang harus ngasih bekal kuat dari rumah.

      Hapus
  2. waah... ada aplikasi yg bgus buat menjaga anak2 dari negtifnya gadget nih... keren euy. makasih infonya teh

    BalasHapus
  3. klo aku sama suami enggak pernah install game di hp dan komputer jadi sampai sekarang iyas belum mengenal game di gadget :D dan sebisa mungkin saya menggunakan gadget saat iyas tdur ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, hebat dong Iyas.
      Kata Ibu Elly, sebenernya gpp anak main games di gadget selama masih batas wajar dan orang tua yang harus pegang peranan agar anak ngga kecanduan. Tapi memang, keputusan ada ditangan orang tua masing2.

      Hapus
  4. saya juga termasuk yang gak mau melarang anak berhubungan dengan gadget. Tpai berusaha mengatur supaya jangan kebablasan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Orang tua yang harus bisa mengarahkan ya, Chi.

      Hapus
  5. acaranya seru ya teh,aku jadi inget waktu ngajar di malang dulu,pas lagi gencar2nya game online,banyak muridku yang bolos sekolah,diantar ortunya ke sekolah tapi habis itu kabur..gara2 itu jam pertama aku keliling dari warnet satu ke warnet yang lain nyari anak2...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh, serem ya sampe bolos hanya untuk main game online.

      Hapus
  6. Marwah juga senang main games, tapi alhamdulillah masih dalam batas wajar dan selalu diawasi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama, Fauzan juga main games.

      Hapus
  7. Senangnya Jeng Dey sudah mulai aktif, tetap jaga stamina ya Jeng
    Apresiasi untuk gerakan peduli anak akan gadget
    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, Ibu.
      Aktif sesuai kemampuan badan aja.

      Hapus
  8. Setiap individu adalah unik, jangan menuntut harus sama.
    Semua seumur denganku ya ?
    ah jadi malu sendiri nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang orang tua (termasuk saya) lupa kalau tiap anak itu unik.

      Yang seumur yang mana nih, Mas. Yang bikin aplikasi kakatu ?

      Hapus
  9. Bukan hanya games saya rasa ...
    tapi juga gawai secara umum ...
    jangan sampai gawai merenggut perhatian akan lingkungan sekitar ..

    Salam saya Ibu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju Om, bukan hanya gamesnya aja tapi yang lainnya juga.
      Bisa asik sendiri kalau sudah megang gadget.

      Hapus
  10. Maxy, anakku, belum tau main game di gadget sih Mbak Dey
    Cuman dia udah hafal icon2 aplikasi kyk youtube, gallery hedeehh
    Jadi mbayangin saat anak2 dah besar gadget makin canggih, gamesnya kyk apa, emang ortu kudu pny andil mbangun pondasi spy anak gak kecanduan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pintar2 memilih gamesnya, Mbak. Ortu jaman sekarang harus tahu jenis2 games. Kemarin itu juga dikasih tau sih jenis2 games yang bisa bikin kecanduan. Juga games2 yang isinya menjurus ke arah pornografi. Serem deh.
      Ortu harus makin peduli sama anak.

      Hapus
  11. bener banget, sekarang anak-anak dekat banget dengan teknologi. Saya takut banget kalau anak-anak pada kecanduan games dan terpapar konten pornografi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita harus bisa mengarahkan anak2 untuk bisa menggunakan teknologi ya Mbak. Susah sih, tapi pasti bisa.

      Hapus
  12. aplikasi kakatu bagus juga berarti ya. Boleh dicoba tuh. Tapi alhamdulillah hingga saat ini kedua anak saya gak terlalu kecanduan games teh dey. Nonton TV juga jarang si. Lebih banyak main keluar rumah. Mudah2an tetap konsisten ya

    BalasHapus