Senin, 21 Mei 2012

Hasil akhir yang membanggakan

Dia anak tetangga kami disini. Meski tidak ada hubungan kekerabatan, tapi keluarga kami dan keluarganya cukup dekat. Sudah seperti saudara sendiri.

Semua orang yang mengenalnya, pasti mengenang dia sebagai anak yang nakal. Apalagi dengan statusnya yang anak kolong (bapaknya seorang tentara) pada saat itu, keberaniannya untuk membuat onar makin menjadi. Padahal, bapaknya mendidik dengan cukup keras lho.

Pernah satu kali, kaca rumah kami pecah di lempar batu olehnya. Sang Bapak marah besar. Dan hukumannya selain di suruh meminta maaf, juga di pukul. Aduh...
Kaca rumah kami tentunya di ganti oleh bapaknya.

Mengganggu teman-temannya sudah bukan hal yang aneh. Ah, pokoknya selalu saja ada yang membuat orang tuanya senewen.

Selain itu, pendidikan akademiknya juga kurang begitu bagus. Jenjang SMA-nya pun dilalui disebuah sekolah yang menjadi pilihan terakhir jika tidak diterima di SMA lain di Lembang. SMA itu sekarang sudah bubar, karena memang kurang peminat. 

Lulus SMA, dia di tawari oleh orang tuanya untuk melanjutkan kuliah. Orang tuanya memang cukup mampu untuk membiayai ke tempat yang dia mau. Toh saudara-saudara yang lain juga kuliah di perguruan tinggi yang cukup ternama di Bandung.

Tapi dia menolak, dengan alasan, otaknya tidak mampu untuk belajar lagi. Dia malah memilih masuk tentara. Dari nol dia memulai. Ya, dia masuk pendidikan tentara dengan pangkat yang paling rendah. Dia sadar diri dengan kemampuannya. 

Dalam perjalanan karirnya sebagai prajurit, dia ditugaskan menjadi supir pribadi istri seorang penjabat. Atas rekomendasi istri pejabat tersebut, dia masuk sekolah tentara untuk naik pangkat yang lebih tinggi dari sebelumnya. Mungkin orang bilang, ini sih baiknya si istri pejabat saja, hanya sebuah keberuntungan. Tapi kata ibu, tidak mungkin seseorang merekomendasikan jika orang itu tidak mempunyai prestasi.

Setelah itu, dia menjadi supir pribadi seorang pejabat yang lebih tinggi. Dapat kesempatan lagi ikut sekolah menjadi perwira. Dan sekarang, dia sudah menjadi perwira di salah satu kesatuan. Mempunyai istri yang cantik dan seorang anak. Kehidupan rumah tangganya-pun baik-baik saja.

Dulu mungkin membuat orang tuanya kewalahan, tapi sekarang dia membuat orang tuanya bangga.

Maaf jika ibu tidak menyebutkan nama juga fotonya, karena ibu menulis ini tanpa izin dari pemilik cerita, hehehe ... Yang penting, ibu tidak menuliskan sesuatu yang buruk kan ...

 Artikel ini diikutsertakan dalam kontesnya Mbak Thia (Mama Vania)
                                                      Our Pensieve's 1st Giveaway

Buat Vania, selamat bertambah umur ya Nak, selalu sehat, selalu ceria.
Buat Mbak Thia, tetap semangat menemani hari-hari Vania, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Insya Allah, Vania menjadi anak yang membanggakan orang tuanya.

48 komentar :

  1. Semoga kehidupan "dia" semakin bahagia dan membawa manfaat bagi banyak orang di sekitarnya....

    Semoga sukses ngontesnya ya, Mbak Dey....

    BalasHapus
  2. iya bun ini membicarakan kebaikan mudah2an gak apa2 ya hehehe bisa buat contoh. haduh bingung mau nulis apa ya buat kontesnya vania

    BalasHapus
    Balasan
    1. cepetan nulis, waktunya tinggal besok lho ...
      nyeritain diri sendiri aja atau suami .. :D

      Hapus
  3. Itu salah satu bad boy yg keren ya bu ;)
    Sukses ngontesnya ibuuu ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. nuhun ...
      keren dengan perubahannya menuju kebaikan.

      Hapus
  4. goodluck kontesnya ya bu Dey :)
    salam hangat dari WarungBlogger

    BalasHapus
  5. wah ikut seneng baca pengalaman hidupnya yg hepi ending

    BalasHapus
    Balasan
    1. hepi ending memang membuat hepi . hehe

      Hapus
  6. memang selalu ada anak yg seperti bu
    dan dia sudah membuktikan pada penonton (kita)
    bahwa roda kehidupan benar2 berputar
    menyadarkan kita untuk tidak memvonis masa depan seseorang itu suram atau apalah
    karena setiap orang toh sudah punya jalan hidup masing2.

    sukses kontesnya ya bu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mbak, selama orang itu mau berubah menjadi baik dari sebelumnya, Insya Allah hasil akhirnya juga baik.

      Hapus
  7. Dunia anak itu penuh dengan misteri dan lucu, sebagai orang dewasa kita tidak tau apa yang kan terjadi selanjutnya

    Sukses ngontesnya ya Bu :),, semoga menang

    BalasHapus
    Balasan
    1. orang dewasa hanya mengarahkan saja ya ..

      Hapus
  8. Sependapat dengan mba Nique, roda kehidupan selalu berputar dan tak selamanya apa yang kita kira buruk tentang seseorang, akan selamanya seperti itu, setiap orang punya sisi positif dan negatif, tinggal bagaimana masing-masing individu mengoptimalkan sisi positif itu bagi kehidupannya...

    sukses untuk kontesnya ya bu Dey.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju banget sama pendapat mbak Alaika ...

      Hapus
  9. Masa depan seseorang sungguh hanya Allah yg tau ya Bu Dey..

    Subhanallah... Sungguh kisah yg mengharukan... :')

    Makasih atas partisipasinya Bu Dey.. Sudah kami catat sbg peserta... :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak Thia, tulisan saya sudah tercatat.
      Sukses dengan acaranya ya ...

      Hapus
  10. happy ending ya mbak.... perilaku yg sangat bertentangan dengan sebelumnya, semoga menangy a kontesnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih, cerita yang happy ending.
      Mudah2an aja bisa memberi inspirasi.

      Hapus
  11. jadi senyum2 baca ini,soalnya hampir sama walau belum 100% membahagiakan orang tua dirumah tp kedepan mudah2an bisa

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayooo, kenapa senyum2, apa masa kecilnya sama dengan si 'dia' yang jadi tokoh tulisan saya ini ? hehehe ..
      Insya Allah, pasti bisa menjadi kebanggaan keluarga ..

      Hapus
  12. Semua orang pernah nakal, nakal kan hanya kelakuannya tapi selama hati dan pikirannya baik niscaya bisa menjadi orang sukses..
    Semoga anaknya 'dia' tak mencontoh perbuatan Bapaknya dulu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah, itu dia mbak, anaknya "dia" ini waktu kecil seperti bapaknya, hehehe ... Semua keluarganya juga bilang gitu.

      Tapi udah lama saya gak ketemu keluarga ini, mungkin anaknya udah berubah (skr SMP, dulu terakhir ketemu, anaknya itu masih SD)

      Hapus
  13. untung anaknya ingin masuk tentara
    jadi bisa merubah hidupnya yaa...?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin dengan masuk tentara, dia bisa menyalurkan keaktifannya. Kan kalo jadi tentara, banyak latihan fisiknya selain ilmu yang lain.

      Hapus
  14. apa kabar mbak dey? anak nakal sering di cap buruk ya mbak. padahal bisa jadi dia kreatif namun belum mengerti bgm cara menyalurkan kreativitas itu. susah 2 gampang memang ya mbak sebagai ortu dari anak seperti ini. di satu sisi anaknya berbuat tidak baik ke temannya namun itu kreativitas yg tak tersalur dg baik. jadi ortunya harus lebih kreatif sepertinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah baik mbak Pu ..

      Ortunya memang yang harus bisa mengarahkan. Bener banget, susah2 gampang ...

      Hapus
  15. senang sekali yaa... melihat orang orang seperti itu...
    yang hidupnya berhasil, sukses meraih cita citanya
    membuat bangga keluarganya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Elsa juga termasuk kebanggaan keluarga kan ...

      Hapus
  16. hebat ceritanya... kekerasan hati yang dimiliki anak muda memang kadang tidak dimengerti orang tua... tapi layak dibuktikan agar suatu hari orang tua bangga... nice post...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal orang tua juga pernah muda ya, tapi memang susah buat mengerti kemauan anak. Harus banyak komunikasi ..

      Hapus
  17. Mending nakal sewaktu kecil kemudian menjadi baik di nasa selanjutnya dari pada kebalik. Kecilnya baik, tua-tua malah nakal. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, ada contohnya gak mas ?

      Hapus
  18. Banyak orang yang masa kecil dan tuanya berbeda, salah satunya si dia ini. Terlepas dari semua perbedaan dan perubahan yang terjadi, semoga mengarah pada kebaikan dan perbaikan.

    Semoga sukses di kontes, Bu.

    BalasHapus
  19. ternyata kemampuan seseorang tdk dapat di duga yo mbak,,intinya org tsbt gigih semua pasti bisa di lalui

    BalasHapus
    Balasan
    1. selama orangnya mau berubah menjadi lebih baik dan didukung orang2 sekitar, sepertinya bisa Mas ..

      Hapus
  20. makanya jangan melihat masa kecil seseorang ya bun.. lihat aja mereka sekarang yang sudah sukses.. asal jangan terlalu berlebihan aja nakalnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asal orangnya emang berniat pengen sukses .. hehe

      Hapus
  21. suka sekali dengan orang tuanya, yang memberi si "dia" kebebasan untuk menentukan pilihan dalam hidupnya, dan akhirnya berhasil ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. orang tuanya udah bosen nasehatin kali mbak, hehehe ... jadi dibiarkan anaknya masuk tentara, yg pendidikannya penuh disiplin. Dan ternyata anaknya memang cocok dengan kondisi seperti itu.

      Hapus
  22. Seneng baca cerita ini, mmg tak selamanya anak yang kecilnya bandel bakal seterusnya bandel ya teh :)

    Sukses kontesnya ya teh Dey :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. orang tua juga pengaruh besar Mbak, siap mendampingi & mengarahkan ..

      Hapus
  23. Perjalanan hidup seseorang tidak ada yang tahu ya mbak...meskipun waktu sekolah dia nakal dan sering membolos, namun pada akhirnya dia lebih sukses dari temannya yang tiap hari berkutat dengan buku.

    Ketika kita menyadari akan tujuan dan tanggung jawab hidup, tentunya ada perubahan dari jalur yang telah kita tempuh sebelumnya mbak yach..kalau bukan kita siapa lagi yang akan merubahnya...siippp ceritanya luar biasa banget, dan saya suka mbak, terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup, bener Bli, kalau sudah tau arti tanggung jawab, biasanya akan ada perubahan ke arah yang lebih baik.

      Hapus
  24. Perjalanan hidup memang susah ditebak ya, tapi saya yakin setiap orang yang bekerja keras, berniat baik dan konsisten pada kebaikan terhadap sesama akan dimudahkan jalan hidupnya...
    Insya Allah begitu.

    Selamat ikutan lomba Dey, sukses!

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju dgn mbak Irma, selama ada niat baik, Insya Allah hasil akhirnya juga baik.

      Hapus