Selasa, 02 Oktober 2018

Orang Tua Bahagia Membuat Anak Bahagia atau Sebaliknya ?

"Ibu, aku bahagia ngga sih ?" 
"Mana Ibu tahu, kan Aa yang ngerasain. Aa ngerasa bahagia apa ngga?"
"Iya sih, masa kecil aku mah bahagia. Ditemenin Ibu terus. Banyak temen juga. Mereka sering main bareng ke rumah aa."
"Waktu kamu kecil, tiap pagi, habis mandi, habis sarapan, sering Ibu ajak jalan keliling ke rumah tetangga ya. Biar kenal."
"Sampai sekarang juga Ibu mah sering ngajakin Aa jalan kaki. Waktu Ibu belum sakit pernah kan ngajak Aa jalan kaki sepanjang Jalan Braga sampai Alun-alun. Balik lagi ke Jalan Braga. Naik angkot mau pulang di Jalan Wastukencana.
"Tapi Aa seneng kan ?"
"Iya, tapi cape."


Obrolan ringan dengan Fauzan beberapa waktu lalu yang membuat saya beryukur. Alhamdulillah kalau ternyata selama ini dia merasa bahagia. Kadang saya gangguin, masa sih bahagia, padahal sering juga di marahin. Dia jawab, ya ngga apa-apa, Ibu marah kan karena sayang sama Aa. Jawaban yang manis ya, padahal kalau pas dimarahin reaksinya bisa beda. Ngambek & ngeyel membenarkan pendapatnya sendiri. Apalagi sejak remaja ini, keributan antara Ibu dan anak sering terjadi, hehehe.


Tentang anak yang bahagia, tanggal 26 September 2018 lalu saya mengikuti acara berbagi gaya pola asuh grow happy ala Nestle Lactogrow. Temanya bagus ya. Makanya semangat ikut datang. 



Selain temanya yang bagus, dekorasinya ruanganya juga bagus. Ini sih karena saya suka warna biru dan putih. Bunga mawar biru, krisan putih, juga bunga pikok putih bikin hati adem. Dan tanpa direncanakan, pakaian saya kok ya nuansa biru dan putih. Sehati.


dr. Fatima Safira Alatas Ph.D, Sp.A(K) - Dokter Anak
Gusti Kattani Maulani - Brand Manager Nestle Lactogrow
Elizabeth Santosa, M.Psi, Psi, SFP, ACC - Psikolog

Psikolog Elizabeth Santosa (Lizzie) membuka sesi acaranya dengan pertanyaan, orang tua atau anak dahulu yang harus bahagia ? Sebagian besar punya jawaban yang sama, bahwa orang tua harus bahagia dulu jika menginginkan anak bahagia. Menurutnya, sudah banyak orang tua yang tahu dan mengerti bahwa sangat penting mendukung anak tumbuh bahagia. Prakteknya sih ngga semudah itu. Misalnya, menemani anak bermain. Intinya bukan sekedar menemani, tapi ada keterlibatan orang tua saat bermain itu. Fisik ada di samping anak, tapi kitanya sibuk main gawai sendiri. 

Saya salin lagi di sini beberapa catatan dari Mbak Psikolog yang cantik itu, penting untuk catatan saya juga.

Mengapa penting untuk anak tumbuh bahagia ?
- kesadaran diri lebih baik
- manajemen diri lebih baik
- kesadaran sosial lebih baik
- kemampuan sosial lebih baik
- kemampuan mengambil keputusan lebih baik

Bagaimana agar lebih terlibat dalam kegiatan anak ?
- Kebersamaan, bukan jenis kegiatannya.
- Tidak ada pengalihan perhatian.
- Ada kontak mata.
- Buat anak menjadi merasa penting.

Bagaimana membesarkan anak agar tumbuh bahagia ?
- Makan tepat waktu dan berikan makanan bergizi.
- Cukupi waktu tidur.
- Dukung kompetensi anak.
- Berikan cinta tanpa syarat.

Jika anak tumbuh bahagia, maka akan ada keberhasilan pendidikan, kesuksesan karir, hasil penting lainnya.

Nah, untuk menjadikan anak tumbuh bahagia memang harus didahului dari orang tua yang bahagia. Ada satu permainan buat kami dari Mbak Lizzie ini. Kami diminta menjawab seberapa sering dan seberapa jarang sikap positif dan negatif yang kami rasakan. Ternyata lebih banyak sifat positif yang sering saya rasakan dibandingkan sifat negatif. Alhamdulillah, masuk kategori bahagia. Tapi ada satu sifat negatif yang sering saya rasakan, yaitu marah-marah. Hadeuh, kunaon atuh ya. Masuk kategori bahagia tapi suka marah-marah. Atau jangan-jangan pas kemarin mengisi kuisioner itu saya sedang PMS, hihihihi.

Kesimpulan dari sesi Mbak Lizzie adalah, HAPPY PARENTS = RESILIENT CHILDREN.
Orang tua yang bahagia akan membuat anak mempunyai kemampuan mengatasi masalah, mampu bangkit dari keterpurukan. 

Giliran dokter Fatima Safira yang menjelaskan tentang mempersiapkan kesehatan pencernaan anak yang juga penting untung membuat anak tumbuh bahagia. Saat anak masih bayi, sudah pasti ASI adalah makanan terbaiknya. Karena ASI menciptakan lingkungan asam yang baik di usus besar dan ideal untuk pertumbuhan bakteri baik (probiotik). 

Langkah-langkah membentuk saluran sehat adalah :
- jaga keseimbangan mikrobiota usus.
- hindari antibiotik kecuali instruksi dokter
- makan makanan fermentasi (yogurt, tempe, dll)
- kurangi stress
- kurangi pemanis buatan
- makan makanan yang bervariasi
- olahraga
- konsumsi suplemen jika perlu

Intinya adalah bahwa anak yang mengkonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang akan memiliki saluran pencernaan yang sehat, sehingga dapat menyerap nutrisi dengan baik. Yang akhirnya anak akan memiliki selera makan dan pola tidur yang baik yang dapat menunjang untuk tumbuh kembang secara bahagia dan optimal. 

Penjelasan Ibu Lani sebagai Brand Manager Nestle Lactogrow, untuk tumbuh bahagia harus ada keseimbangan antara nutrisi, stimulasi dan keterlibatan orang tua. Sebelumnya, periode Maret 2018, Nestle Lactogrow Indonesia membuat studi Child Happiness terhadap 300 keluarga. Hasil yang diumumkan bulan Juli 2018 itu menunjukkan bahwa anak bahagia saat bermain bersama orang tua. Kenyataannya, lebih dari 50% orang tua merasa belum cukup hadir dan terlibat dalam kegiatan bersama anak.

Untuk itu, Nestle Indonesia sebagai anak perusahaan Nestle S.A yang telah beroperasi selama 150 tahun dengan salah satu produknya Nestle Lactogrow mengadakan acara Grow Happy Parenting. Berbagi ilmu tentang pola asuh anak juga tips nutrisi seimbang. Sekaligus memperkenalkan tampilan barunya yang mengandung DHA, kalsium, minyak ikan, Lactobacillus reuteri yang baik untuk kesehatan pencernaan.


Yuk bahagia agar anak-anak tumbuh bahagia juga yang nantinya bisa menularkan kebahagiaan itu pada sekeliling.



Para perempuan bahagia, yang Insya Allah bisa membuat anak-anak yang bahagia pula. Aamiin

6 komentar :

  1. Seneng banget bisa dapet pengetahuan ttg tips bahagia buat para ibu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Ima, Alhamdulillah dapat ilmu baru ya. Seneng juga bisa ketemu Ima lagi

      Hapus
  2. Ibu bahagia, anak bahagia, pastinya ya Bu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bener sekali. Kita duluan yang harus bahagia.

      Hapus
  3. setuju mba, klau orang tuanya bahagia insyaalloh anak nya pun ikut bahagia

    BalasHapus
  4. sesuatu yang membuat kita senang pastilah ada pengorbanan didalamnya

    BalasHapus