Kamis, 26 Juli 2018

Museum Bio Farma, mengenal sejarah Vaksin di Indonesia

Museum Bio Farma, mengenal sejarah Vaksin di Indonesia -  Pertama tahu museum ini dari postingan Ulu di blognya, Bandung Diary. Penasaran ingin berkunjung juga. Tapi lupa terus mau tanya ke Ulu. Sampai akhirnya tanggal 18 Juli lalu saya berkesempatan datang ke acara open house Museum Bio Farma. Kapan lagi, karena ternyata museum ini memang belum terbuka untuk umum. Ngga saya sia-siain dong kesempatan ini. Saking senangnya, kepagian sampai lokasi, hehehe. Belum ada teman yang datang, mana komplek Bio Farma itu luas banget. Hampir 9 hektar kalau ngga salah. Untung Pak Satpamnya baik-baik. Langsung tahu juga ketika ditanya di mana lokasi acara. Ya, walau saya sempat salah masuk gedung sih, hehehe. Mana udah naik ke lantai 3 pula. Turun lagi deh, trus menelpon Mbak Junita yang memang kerja di sana. Akhirnya ketemu juga gedung yang dimaksud.

Sebelum mengunjungi museum, terlebih dahulu kami diajak mengikuti talk show tentang 'sejarah imunisasi di Indonesia', oleh Ibu Lala selaku Head of Corporate Communication Bio Farma. Juga tentang 'menjejakkan sejarah museum medis' oleh dr. Andri Edwin dari IMEL (Indonesian Medical Literacy). Seru ya bercerita tentang sejarah dan museum itu. Apalagi saya memang suka pelajaran sejarah.



Setelah mendengarkan cerita mereka, baru deh kami mengunjungi museumnya yang menempati 1/4 bagian gedung utama Bio Farma yang masuk di kawasan heritage. Luas bangunan yang dirancang oleh Prof.Dr. Ir. CPW Schoemaker ini adalah 2.659 m2. Kalau seperempatnya jadi berapa coba ?

Museum ini diresmikan bulan Desember 2015. Selama ini mereka yang datang biasanya rombongan sekolah atau instansi melalui reservasi terlebih dahulu. Ada sih rencana ke depan agar museum ini terbuka untuk umum. Salah satu tujuan open house ini juga untuk meminta masukan dari masyarakat dan pihak terkait, apa saja yang perlu dikembangkan agar wisatawan tertarik untuk berkunjung.

Layar monitor yang besar ini di sisi sebelah kiri menyambut kita setelah melewati pintu museum. Sesuai dengan konsep museum yaitu Interactive Museum, maka di layar ini pengunjung bisa mencari sendiri informasi yang diinginkan. Tinggal klik saja petunjuknya. Sepertinya anak-anak akan suka.


Ini meja informasi, tidak jauh dari layar monitor yang lebar tadi. Akan ada petugas musem yang ramah di sana.


Dari pintu masuk, kami berbelok ke arah kiri menuju ruangan Wall of Fame. Ada sketsa wajah siapa saja yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama Bio Farma sejak didirikan tahun 1890 hingga sekarang di dinding ruangan ini. 

Memasuki ruangan di sebelahnya, kami diajak mengenal sejarah tentang masa-masa dark agemilestone bio farmasmallpox & rabies vaccineinstitut Pasteur


Jaman kegelapan di sini ketika cacar api menyerang. Ada pop art card berisi foto-foto tentang perkembangan sebelum dan sesudah ditemukannya vaksin.


Sebagian alat-alat yang digunakan membuat vaksin pada jaman dahulu. 

Buku-buku lama dan langka tentang vaksin. Penampilannya menggoda untuk difoto secara still life. Ngga tau nih, boleh dibuka-buka atau ngga. Namanya juga buku tua, bisa rusak kalau ngga hati-hati membukanya.

Ruangan selanjutnya adalah, Bio Farma for the world dan Site Plan Bio Farma. 


Jadi nih ya, vaksin produksi Bio Farma ngga hanya dipakai di dalam negeri aja. Tapi juga sudah dipakai di  137 negara di dunia, 49 diantaranya adalah negara-negara OKI (Organisasi Kerjasama Islam). Sudah mendapat sertifikasi pula dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). 


Masih banyak nih yang bisa diceritain dari museum ini. Ada diorama, piala-piala dan penghargaan yang pernah diterima oleh Bio Farma, kepeduliannya terhadap lingkungan. Banyak deh. Saya ngga tulis semua, biar pada penasaran dan datang langsung, hehe. Yang pasti, ruangannya nyaman, lampunya terang, toiletnya bersih, petugasnya ramah. Lokasinya juga mudah dijangkau, karena terletak di salah satu jalan utama kota Bandung. Banyak angkutan umum yang lewat.

Kalau mau berkunjung, jangan lupa untuk reservasi dulu di http://www.biofarma.co.id/tour-de-museum/ . Mudah-mudahan sih segera terlaksana membuka museum untuk umum. Biar lebih mudah lagi jika ingin berkunjung, ngga harus reservasi dulu. Kita doakan saja.


Museum Bio Farma
Jl. Pasteur no. 28
Bandung - Jawa Barat
Telp. 022-2033755
Fax. 022-2041306
Email : mail@biofarma.co.id
Facebook, Twitter, Instagram, Youtube : @biofarmaid

3 komentar :

  1. Hanupis Jeng Dey.... bisa ngintip museum Biofarma di sini. Berkali merencanakan berkunjung dengan taruna kebun, belum berhasil cocokkan waktu. Salam hangat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah2an cepat dapat waktu yang cocok ya Bu, lingkungan Bio Farma juga banyak pohon2 besar yang rindang. Ini pasti suka.

      Hapus
  2. haduuh .. kepengen banget masuk sini.., terima kasih dibagi informasinya bu
    beruntung bu Dey sudah ke sini ya..

    BalasHapus