Senin, 19 Maret 2018

Kini, Bisa Pilih Sambal Favoritmu di Hokben

Kini, bisa pilih sambal favoritmu di Hokben - Selasa, 13 Maret 2018. Turun gunung ah, mau ikutan acara Hokben Gathering Blogger Bandung di gerai Hokben Jl. Pasirkaliki no. 160. Sedikit deg-degan karena sudah lama tidak pernah ikut kumpul-kumpul bersama teman blogger. Banyak teman baru pula yang saya belum kenal, duh mules jadinya. Ih, jadi ngga pede gini ya.  Alhamdulillah ketika saya sampai di tempat, sudah ada Nchie, Erry dan Efi. Ini sih sudah kenal semua. Awal yang baik, hehehe. Soalnya bisa langsung ngobrol dan bercanda tanpa basa basi lagi. Mas dan Mbak dari Hokben juga langsung menyapa, meni bageur.

Foto dari Nchie
Sebelum masuk ke acara inti, sempat bermain game bersama. Lumayanlah, saya menang lawan Erry waktu main pakai sumpit. Tapi kalah ketika permainan memilih kata. Mata dan otak udah berkurang kecepatannya, hehehe. Alasan, padahal memang ngga bisa aja :D.


Tentang Hokben

Adalah Ibu Kartina sebagai Communication Division Head dari Hokben yang membuka acara dengan menceritakan sekilas tentang Hokben yang pertama kali didirikan di Jakarta tanggal 18 April 1985. Sampai sekarang sudah memiliki 145 gerai yang tersebar di pulau Jawa dan Bali. Untuk teman-teman muslim, jangan khawatir ya, Hokben sudah memiliki sertifikat halal dari MUI dan sertifikat sistem jaminan halal untuk masa 4 tahun.

Jika ingin memesan makanan dari Hokben, bisa langsung makan di tempat, dibawa pulang, Hokben delivery melalui 1 500 505 atau pesan online di www.hokben.co.id dan HokbenApps yang ada di Google Playstore & Apple Store, kendaraan lewat (drive thru), acara ulang tahun juga pesanan dalam jumlah besar (large order). Banyak pilihan kan.



Pernah lihat gambar-gambar berwarna kuning itu kalau ke Hokben ? Selama ini saya pikir hanya sekedar hiasan. Ternyata ada maknanya lho, yaitu :
- Parent and kid
- Welcoming hello
- Friendship
- Respect
- Pride
Menunjukkan bahwa mereka yang datang berkunjung itu biasanya tidak sendiri, bersama keluarga atau teman. Dan Hokben pastinya akan menyambut dengan ramah.


Tentang Hokben Paskal 160 - Bandung


Hokben Paskal 160, sempat bingung mencari tempatnya karena angkutan umum Lembang - St.hall yang saya tumpangi mengambil jalan pintas yang membuat saya harus jalan kaki beberapa meter sebelum sampai lokasi. Seharusnya bisa turun tepat di depan Hokben. Lokasinya strategis kok, mudah dicari. Jl. Pasirkaliki kan salah satu jalan utama di kota Bandung. Hokben ini berada diantara perempatan Jl. Pasteur dan perempatan Jl. Pajajaran.  Dilalui banyak kendaraan pula.  Dekat dengan bandara Husein Sastrangera, Rumah Sakit Hasan Sadikin dan dikelilingi dengan banyak perkantoran. 


Menurut Pak Sunarto (store manager), satu yang membedakan dengan gerai Hokben lain, di sini ada bangunan khusus untuk lesehan. Selain ruangan di dalam yang nyaman dengan meja kursi berwarna putih itu. Sedikit ruang terbuka yang ada bisa dipakai anak-anak untuk bermain. Tangga menuju tempat lesehan yang ada tanaman hiasnya itu jadi spot cantik untuk foto-foto lho. Beberapa teman saya jadikan model untuk berpose di sana. Ini sih gara-gara Nchie dink, yang ngga pernah bisa melihat kamera saya nganggur. Jadi aja pada ambil nomor antrian untuk saya foto :D.


Sudut lain di Hokben Paskal 160. Ssstt, bisa buat mojok nih.
.


Paling senang jika restoran menyediakan mushola yang bersih. Dan ini ada di Hokben Paskal 160. Ruangannya memang tidak terlalu besar, tapi cukup nyaman dengan sinar yang terang dari luar.  Karena terletak di depan taman. Mukenanya juga bersih, okelah untuk muslimah yang tidak bawa mukena sendiri. Disediakan pula tempat wudhu khusus di sebelahnya. Jadi tidak perlu ke toilet kalau hanya mau berwudhu. Tapi memang agak repot untuk teman muslimah yang berkerudung, ngga bisa bebas buka hijab karena tempat wudhu tanpa penghalang. 

Hmmm, Pak Sunarto cerita apa lagi ya. O itu, Hokben bisa melayani pesanan jika ada acara besar di luar gerai Hokben. Nanti ada mobil Hokben yang datang. Selain acara kecil lainnya. Kalau di gerai Hokbennya sih, udah sering lihat kali ya perayaan ulang tahun anak-anak. Mau arisan atau sekedar gathering seperti acara komunitas juga bisa. Hubungi aja gerai Hokben yang kita mau. Dijamin dapat pelayanan yang ramah deh. Seperti yang sudah saya tulis di atas. 

Satu lagi nih, seperti gerai Hokben lain, di Paskal 160 ini juga ada area merokok di bagian depan. Ini yang saya suka dari Hokben. Buat mereka yang sensitif dengan asap rokok, bisa menikmati makanan dengan tenang. Tanpa harus menutup hidung dan kibas-kibas tangan


Tentang Hoka Suka dan Sambal Khas Indonesia



Masyarakat Indonesia itu tidak bisa lepas dari rasa pedas dan sambal. Harga cabai naik bisa membuat pusing kepala. Di rumah saya pun begitu, setiap hari harus ada sambal di meja makan. Serasa ada yang kurang kalau tidak ada rasa pedas. Termasuk ketika makan di Hokben, suami dan anak saya pasti mencari saos sambal sebagai teman makan. Saos tomat jarang disentuh. Untuk itu, Hokben yang selama ini kita kenal sebagai restoran yang menyajikan makanan bergaya Jepang, membuat inovasi baru. Yaitu memadukan makanan bergaya Jepang dengan cita rasa Indonesia. Nama paketnya adalah Hoka Suka - kaya rasa semua suka. Dijual dengan kisaran harga mulai dari Rp 49.000,- sampai dengan Rp 58.000,- (sudah termasuk pajak).

Ada tiga varian yang bisa kita pilih, yaitu :


Hoka Suka 1 terdiri dari :
 tiga tusuk Yakitori Grilled, nasi, kering kentang, acar kuning, sambal Indonesia.



Hoka Suka 2 terdiri dari :
empat buah  Ebi Furai, nasi, kering kentang, acar kuning, sambal Indonesia




Hoka Suka 3, terdiri dari :
1 buah Chicken Katsu, nasi, kering kentang, acar kuning, sambal Indonesia


Yang dimaksud dengan sambal Indonesia dalam paket Hoka Suka itu adalah : 


- Sambal Matah, khas dari Bali. Rasanya segar, dengan rasa lumayan pedas. Favorit saya nih. Enak banget dimakan bareng Yakitori Grilled.

- Sambal Bawang, khas dari Jawa. Paling pedas diantara ketiga sambal ini kayaknya. 

- Sambal Hijau, khas dari Padang - Sumatra Barat. Tidak terlalu pedas. Karena pada dasarnya saya kurang suka dengan sambal Hijau, jadi saya tidak mencicipi banyak sambal ini.

Penyajian sambal tidak di dalam mangkok seperti di foto ini ya, tapi sudah dalam bentuk sachet. Tidak harus memesan paket Hoka Suka untuk dapat mencicipi aneka sambal ini. Karena dijual terpisah juga seharga lima ribu rupiah. Chicken Tofu yang berkuah itu dicampur dengan sambal bawang enak juga lho. Saya udah nyobain.

Acar kuningnya menurut saya terlalu asam. Tapi teman lain mengatakan enak. Mungkin karena lidah saya yang memang sensitif terhadap rasa asam.
Kering kentang atau orang Sunda menyebutnya Mustofa, rasanya juara. Enak pisan, kriuk-kriuk gitu. Mirip buatan Ibu mertua saya.



Teman-teman blogger Bandung saat santap siang bersama, mencicipi menu baru, paket Hoka Suka. Memotret makanannya adalah hal pertama yang dilakukan sebelum dilahap sampai habis.


Tentang Membuat Video Pendek

Selain tentang Hokben, kemarin juga ada Kang Ali dari Blogger Bandung yang berbagi cerita tentang cara membuat video pendek. Ilmu yang pasti berguna untuk para blogger.  Ini rangkuman yang sempat saya catat :
1. Pra produksi sebelum membuat video : topik, riset, log line, short list.
2. Produksi : short berdasarkan short list, selalu membuka mata untuk memperkaya shoot.
3. Post produksi : rekap hasil shooting, preview semua hasil shooting, transkrip hasil shooting, tahap scrip berdasar transkrip, editing.

Duh, harus tanya-tanya lagi sama Kang Ali nih. Belum terlalu mudeng. 

Sebelum acara benar-benar berakhir, diumukan siapa pemenang live tweet dan live gram.

Foto dari Nchie



Alhamdulillah, termasuk salah satu pemenang live gram. 


Foto dari Nchie tapi milik suami Yasintha

Terima kasih Hokben dan teman-teman blogger Bandung untuk kebersamaan dan keseruannya. Jadi, kapan lagi bikin acara di Hokben ?

11 komentar :

  1. Teteeeeh,
    Seneng banget setelah sekian lama akhirnya kita bisa ketemuan lagi dan bisa difotoin candid lagi hahahaha.

    Tapi meuni masih kangeeeen :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah bilang kangen, kangen di potoin lagi kan .. :))

      Hapus
  2. Waaah, kumpul bareng, makan bareng, dapat ilmu lagi. Mantaps...

    Sambal bawangnya oke kayaknya tuh...

    BalasHapus
  3. Yaaaam aku ga kefoto sama Teh Dey, nih. Ulang lagi, ah hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nanti lagi kalau ketemuan langsung ambil no antrian aja ya Fi ... hehehe

      Hapus
  4. Waaah iyaa, baru ngeh juga kalo logo yg kuning itu penuh dengan makna yaa, duh kmana aja ya, abis bawaannya kalo ke hokben enak nyantap nasinya yang lembek, hadudduuu..bawaannya pas laper moloo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsung santap tanpa liat kiri kanan ya, eh tapi kalo spot cantik buat pepotoan mah langsung ngeh .. hahaha

      Hapus
  5. Saya bisa makin lahap makannya kalau banyak pilihan sambal :D

    BalasHapus
  6. aku kalau sama sambel langsung lemah hatiiiii hehe..

    BalasHapus