Minggu, 01 April 2018

Dago Bakery Punclut - Kawasan Wisata Punclut

Dago Bakery Punclut - Kawasan Wisata Punclut - Hari masih pagi, masih pukul 08.00 wib ketika kami menginjakkan kaki di Kawasan Wisata Punclut  - Jl. Pagermaneuh - Punclut Atas - Lembang - Bandung Barat. Dari 6 restoran/tempat wisata yang ada di kawasan ini, belum ada satupun yang buka. Kami terlalu rajin datang berkunjung. Namanya juga emak-emak, langsung jalan sekalian antar sekolah. Jadi mari, kita foto-foto di bagian luar dulu saja.

Parkiran yang masih kosong, belum banyak pengunjung yang datang. Cuaca cerah di pagi itu. Langit biru dan awan putih ditambah udara yang segar karena Punclut terletak di dataran tinggi yang dikelilingi banyak bukit juga pepohonan. Tidak menyesal walau datang terlalu pagi. 



Dago Bakery Punclut, sebenarnya ini tujuan kami. Salah satu restoran yang ada di Kawasan Wisata Punclut. Jangan salah lho ya, walau ada kata bakery, tapi restoran ini menawarkan banyak menu pilihan. Kenapa dinamakan Dago Bakery, ini sih karena cabang dari Dago Bakery yang ada di Jl. Dago - Bandung. Pemiliknya memang hobi membuat kue dan roti sejak SD. Awalnya hanya menerima pesanan tanpa  mempunyai toko dengan nama dagang Gloria Cakes and Tarts. Sampai akhirnya membuka toko pertama di Jl. Dago tahun 2015. Sementara Dago Bakery Punclut di kawasan wisata Punclut ini sendiri baru dibuka tanggal 16 Agustus 2017. 

Kurang lebih pukul 09.00 wib restoran buka. Yeay, kami pengunjung pertama. Senang karena masih bisa menelusuri tiap sudut bangunan tanpa keramaian pengunjung lain. Dengan kontur tanah yang berada di lereng bukit, membuat bentuk bangunan ini juga unik. Ada 4 lantai di bangunan ini, dengan penamaan lantai A, B, C dan D. Jika kita memasuki pintu restoran, itu bukan berada di lantai pertama, melainkan di lantai D, lantai paling atas. 

Yuk kita lihat foto-foto sudut ruang yang sempat saya rekam melalui kamera saya.

Lantai C, ada pintu kastil yang berada di ujung jembatan, serasa di negeri dongeng kalau berfoto dengan latar ini. Jadi menghayal jadi puteri Cinderella, hehehe.

Melewat pintu kastil, belok ke arah kanan, ada dua tiang tinggi itu akan menyala terang jika malam tiba. Menambah suasana makan malam semakin romantis sambil memandang lampu-lampu kota yang berpendaran di ujung sana. 

Arah kiri pintu kastil, ada sudut untuk foto-foto dengan latar perbukitan. Lagi  ngetrend kan ya berfoto di atas ketinggian seperti ini.




Kalau siang hari, memang agak panas ya kalau duduk-duduk di tempat terbuka seperti ini. Tapi tenang, ada tempat lain yang tertutup tapi tidak menghalangi pandangan kita menikmati alam sekitar. 

Ini masih di lantai C, sebelum menuju ke arah pintu kastil. Ada beberapa kursi tua di sana. Salah satu sisi tembok dihiasi lukisan dengan warna-warna cerah. Pohon besar dibiarkan tumbuh di sudut  ruangan. Adem.

Lantai B dilihat dari lantai C.


Siapa yang ngga betah untuk duduk berlama-lama dengan suasana seperti ini.

Ruangan yang semuanya berdinding dan berjendela kaca. Membuat mata melihat jelas pemandangan di luar sana. Ada sofa memanjang dengan bantal yang empuk pula. Ruangan ini cocok buat acara gathering. 

Ngomongin ruangan dan interiornya sudah. Makanannya yang belum di bahas. Jangan salah ya, walau namanya ada kata bakery, tapi tempat ini adalah restoran yang menyajikan menu nusantara juga western. Seperti taglinenya, Dago bakery, pizza, resto, cafe, coffe. Ada pizza sebagai salah satu menu yang wajib dicoba selain nasi bakar cakalang khas dago bakery. Laksa, Soto Mie, Ayam Geprek bisa jadi pilihan lain.

Meat lover

Nasi Bakar Cakalang

Laksa

Soto Mie

Ayam Geprek Sambal Matah

Harga makanan di tempat ini cukup terjangkau sesuai keinginan sang pemilik agar bisa dinikmati semua kalangan. Dari mulai anak sekolah, keluarga, hingga kalangan atas. Kisaran harga makanan mulai dari 17 ribu rupiah hingga 63 ribu rupiah. Sementara minuman mulai dari harga 6 ribu rupiah hingga 37 ribu rupiah. Harapan mereka, semoga Dago Bakery bisa membuka cabang baru sampai keluar kota atau franchise. Dengan selalu berkomitmen tetap menjaga kualitas, memberikan yang terbaik kepada para pelanggan. 

Semoga Dago Bakery Punclut - Kawasan Wisata Punclut bisa terus meramaikan dunia kuliner di kota Bandung. Terima kasih Pak Arif (personal manajer Dago Bakery), Pak Risman (desain grafis) dan Pak Chris (pengelola Kawasan Wisata Punclut), Mbak Dinda juga teman-teman media yang lain. 

7 komentar :

  1. cakeeep pemandangannya dan enak banget makanannya teeeeh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Indahhh, apa kabar.
      Yuk main ke sini kalau nanti pulang ke Indo.

      Hapus
  2. Aku mau kesana lagi, ngantar anak gadis tapi pengen malem2 ceunah.
    Emang ya suasananya bikin mageer..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sama. Pengen motret suasana malem di sana.

      Hapus
  3. Makan nasi bakar cakalang berlatar kastil....mau jeng Dey. Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ibuu, sehat2 ? Hayu ke Bandung lagi, nanti janjian ke tempat ini. Makan nasi bakar cakalang.

      Hapus
  4. waaaahh banyak banget kenangan di dago, apa sekarang suasana didago sudah berbeda ya jeng ?

    BalasHapus