Rabu, 14 September 2016

Dandelion buat Ibu

Dandelion buat Ibu, ujar lelaki kecil saya sambil menyodorkan beberapa tangkai bunga Dandelion yang dia petik di pinggir jalan ketika pulang sekolah. Dia memang tahu, kalau Ibunya suka sekali dengan Dandelion. Dia juga sering melihat saya mengabadikannya melalui kamera. Dan karena saya juga, lelaki kecil saya itu jadi senang memetik Dandelion lalu meniup serabutnya hingga terbang terbawa angin.

Dandelion adalah bunga beraroma masa kecil. Dulu, bermain bersama teman adalah berjalan kaki menyusuri jalan setapak, kebun sayuran, padang rumput, kebun teh hingga hutan pinus. Dan sudah pasti banyak menemukan tanaman ini.


Ini nih bunga Dandelion. Cantik ya dengan warna kuningnya.



Menggoda banget buat dipotret. Terbayang jika menemukan padang yang dipenuhi dengan tanaman ini yang sedang berbunga, wuihhh .. romantis. Yang biasa kita tiup itu sebenarnya bukan bunga lho. Tapi benih sekaligus buah yang memiliki serabut halus yang memudahkan Dandelion menyebarkan benih. Karena serabut halus ini mudah terbang tertiup angin. Inilah keunikan tanaman Dandelion.



Jombang , Randa Tapak adalah sebutan lain untuk Dandelion. Bapak saya sengaja memelihara tanaman ini di halaman rumah. Daunnya suka dipakai lalap oleh beliau. Bisa untuk menjaga kesehatan katanya. Tapi saya kurang tahu untuk mengobati penyakit apa saja. Harus lebih banyak lagi mencari referensi kalau tentang ini.

Jadi, ada yang mempunyai kenangan dengan bunga romantis ini ? Romantis menurut saya dink :).

22 komentar :

  1. Dandelion untukku manaaaa?
    Oadahal aku suka cuning, meski ga suka merawat bunga, cuma seneng ngeliat fotonya aja.

    Cantiiik bunga cuningnya !

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cepet banget komennya :P.
      Kata Fauzan, tante nchie mah cari dandelion sendiri aja .... :D

      Hapus
  2. Di pekarangan rumah mertua ada bunga ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Tian, tanaman ini termasuk bunga liar. Bisa tumbuh di mana aja.

      Hapus
  3. Mba dey, aku belum pernah liat dandelion ini, baru tau, cantik ya kuning bunganya cocok buat dijadiin tanaman dirumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kalau ditanam dalam jumlah banyak bisa keliatan bagus kalau udah berbunga. Cantik di halaman.

      Hapus
  4. Cantik sekali bunganya teteh ����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mungil dengan banyak mahkota bunganya.

      Hapus
  5. saya lebih suka benihnya daripada bunganya. Karena saya suka tiup benihnya hehehe. Tapi saya baru tau kalau daunnya bisa dimakan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benihnya memang lebih menggoda :D.

      Lumayan bisa jadi lalap kalo di ngga ada sayuran, hehe.

      Hapus
  6. aa fauzan romantis jg teh hihihi
    cantik2 fotonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, iya .. Fauzan emang kayak gitu.
      Makasih.

      Hapus
  7. nah ini yang buat penasaran.., ha..ha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang udah ngga penasaran lagi kan, Mbak :D

      Hapus
  8. Aa Fauzan, meleleh hati budhe membaca betapa Aa romantis sayang dengan Ibu Dey. Salam hormat tuk mbah Kung penyedia dandelion di halaman rumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fauzan itu hatinya gampang tersentuh, Bu. Meski sering beda pendapat, tapi sering juga bersikap manis romantis sama Ibunya.

      Hapus
  9. Bunga dandelion nya cantiiiiik, apalagi yang benih nya itu. Ada warna apa saja bunga dandelion ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setau saya, warnanya cuma kuning aja, Mbak.

      Hapus
  10. Ooo, daunnya bisa untuk lalapan ya, saya baru tahu. Hmm, cantik ya bunganya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pak, bisa dimakan & buat obat katanya.

      Hapus
  11. Balasan
    1. Iya Mbak, cakep bunga & benihnya.

      Hapus