Rabu, 27 November 2013

Nikmati Saja

"Hanya karena ngga pernah ngeluh dan ngga pernah curhat, dianggap ngga punya masalah. Di Aminkan saja, karena sebenarnya setiap manusia selalu punya kesulitan hidup yang menjadikannya sempurna. Yang membedakan hanyalah, ngga semua manusia bisa mengeluarkan sesak di dada dengan nyata. Tapi yang pasti, kebahagiaan itu hati yang menciptakan, bukan di cari."

Itu status di Facebook yang di buat tanggal 6 November lalu, menanggapi komentar beberapa teman yang melihat kehidupan ibu. Apakah tulisan di bawah ini termasuk mengeluh :

Hampir saja kata lelah dan keluhan terucap dari bibir ini, ketika kepala dan tengkuk kembali berdenyut hebat selama dua pekan ini. Keluhan tidak akan menghentikan denyutan di kepala. Kata lelahpun hanya akan menjadikan amarah. Lebih baik diam, mencoba menikmati semua yang dirasa.

Allah tidak akan memberi rasa sakit ini jika kita tak mampu. Jadi, mari syukuri semua yang Dia beri, apapun bentuknya. Ikhlaskan hati dengan semua ketentuan-Nya. Dia yang memberi dan Dia juga yang menyembuhkan. Insya Allah, semua akan baik-baik saja. 

Iya benar, keimanan ibu memang belum baik, masih naik turun. Dan jika sedang berada di bawah, kadang ingin mengeluh dan bilang cape untuk sakit yang sering ibu rasa. Tapi itu sama aja dengan tidak mensyukuri nikmat kan. Makanya ngga mau sampai terucap kata-kata keluhan. Seperti tulisan yang di buat Ibu Prih, hati yang gembira adalah obat

Ibu sudah merasakan sendiri, bagaimana hati yang gembira bisa mensugesti diri kita untuk cepat sembuh dan tetap bisa bertahan dengan sakit yang kita punya. Beberapa kali ibu harus rawat inap, sempat juga kondisi kritis. Dua kali terkena serangan stroke ringan. Alhamdulillah semua berakhir dengan baik, walau saat serangan stroke ringan yang pertama, bibir sempat miring ke kiri kekanan. Saking ngga mau kepikiran kalau sedang sakit, seorang ponakan sampai bilang, "Bule ini kalau opname masih cerewet dan malah ketawa-ketawa aja." Hihihi, ya masak harus nangis, ntar yang lain malah ikut sakit juga dong.

Pengalaman ibu, kalau sedang sakit seperti itu, pikirannya jangan yang jelek-jelek. Kalau sudah berpikiran jelek, buru-buru ingat sama Sang Pembuat Hidup, minimal mengucap istighfar untuk yang muslim.  Memang susah sih, tapi cobain deh, pasti bisa kok. Yang mengendalikan pikiran kan kita sendiri. Mau di bawa ke kiri atau ke kanan, ya suka-suka kita.

Ibu juga kadang menangis kalau sudah tidak kuat menahan rasa sakit kepala jika tekanan darah sedang naik. Dan dalam tangisan itu, biasanya ibu ucapkan kata-kata yang positif untuk mensugesti diri sendiri. Misalnya nih, "Ya Allah, saya pasti sehat, saya pasti sembuh. Saya masih ingin menemani Fauzan, masih ingin bermain dengan dia." Biasanya ampuh tuh untuk mengurangi rasa sakit. 

Jangan sekali-sekali kita bilang gini, kenapa sih kok saya di kasih sakit, kok sakit saya ngga sembuh-sembuh. Yang ada emang beneran ngga sembuh-sembuh. Kenapa ibu bilang begini, karena udah ngerasain sendiri, hehehehe. Iya lho, beneran. Jangan pernah mengeluarkan kata-kata negatif, apalagi kata-kata yang mempertanyakan kenapa Allah memberi sakit atau ujian seperti itu. Selalu percaya, kalau Allah memberi sesuatu pasti sesuai dengan kemampuan umatnya. Kalimat ini yang selalu membuat ibu kuat.

Dukungan orang-orang di sekeliling juga besar artinya buat ibu. Apalagi sejak punya Fauzan, wahhh... sama sekali ngga mau sakit deh. Kalau sakit harus segera sehat. Kasihan dia kalau ibu sedang tepar, keliatan banget khawatirnya. Seperti kemarin sore, karena sakit kepala yang tidak bisa di tahan, ibu memejamkan mata dengan badan lemas. Tanpa kata-kata, Fauzan meletakkan tangannya di dada ibu untuk memastikan detak jantung dan jari tangannya di dekatkan di hidung ibu. Karena tidak mau membuat dia takut, ibu bangun dan menanyakan apa maksudnya. Dia jawab, "Aa takut ibu pingsan." Aih, sebegitu khawatirnya.

Ada teman blogger yang sejak 10 tahun lalu ibu kagumi ketegaran dan semangatnya menghadapi rasa sakit, De, mamanya Rafa & Fayra. (10 tahun suka ngintip blognya, baru berani nyapa setahun belakangan, hehehe). Kenapa dari dulu ibu suka baca tulisan-tulisannya, karena sekalipun belum pernah dia mengeluh dengan semua yang di hadapinya. Menginspirasi ibu banget deh.

Dan setahun belakangan ini, tambah dua orang lagi teman blogger yang semangatnya luar biasa untuk soal sakit. Irma Senja dan Bunda Lily. Pasti sudah banyak yang kenal dengan mereka kan. Dan ibu tahu, masih banyak lagi teman-teman blogger yang dengan ketegaran dan keikhlasan hatinya, bisa menerima semua jalan hidup yang sudah Allah kasih.

Aduhhh, sebenarnya ini mau menulis apa ya. Pokoknya sih, nikmati saja semua ketentuan yang sudah Allah kasih. Sambil tidak lupa terus berusaha dan selalu berdoa selalu di jauhkan dari keburukan. Dan yang pasti juga, semua manusia pasti punya masalah kok. Hanya saja, manusia itu kan sawang sinawang kalau kata orang Jawa, rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau. Padahal siapa tahu, rumput yang di tanam tetangga adalah rumput plastik, makanya kelihatan selalu hijau. Hehehehe ...


Yuk ah semangat !

*Ssttt, ini tulisan menghibur diri sendiri, karena sudah daftar acara Blogger Nusantara di Yogyakarta akhir bulan ini dan berniat datang, tetapi ternyata tekanan darah ibu belum turun. Dan kalau sampai besok kondisi belum sehat, bisa di pastikan batal datang. Hiks ... sehat..sehat ... 

Update : Alhamdulillah, Insya Allah bisa berangkat ke Yogya bareng Bapak & Fauzan. Ngga bareng temen-temen blogger dari Bandung karena takut ngerepotin mereka di jalan. Karena bisa jadi ibu mabuk darat kalau naik kendaraan pribadi .. hihihihi. Dan kemungkinan besar tidak akan mengikuti semua acara disana, sadar diri dengan kondisi badan ... :-D
 

26 komentar :

  1. mom....yang sabar yachh....mudah2an sakitnya segera hilang....dan smoga bisa datang ke acara kopdar blogger nusantara...pasti acaranya seru tuchhh...tetap semangat yachhhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mom, Alhamdulillah sudah membaik dan Insya Allah bisa ketemu temen2 blogger di Yogya.

      Hapus
  2. Mbak Dey .... aku tersanjung sangat!

    Tetap semangat ya mbak. Smoga diberikan kesembuhan yang sempurna.

    *peluk jauh*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, makasih De ... dirimu emang ngga ada matinya deh kalau soal semangat ;) *peluk balik

      Hapus
  3. Selamat pagi Jeng, postingan ini adalah obat jiwa. Sharing tuk selalu berpikir positifnya sangat menginspirasi. Berproses menerima kesembuhanNya ya Jeng. Salam hangat kami

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat pagi ibu, hanya berbagi apa yang pernah & sedang saya jalani saja kok bu.
      Makasih ya bu ..

      Hapus
  4. inspirasi bisa datang dari mana saja, tulisan ini cukup menggugah :)

    salam kenal kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih ya, salam kenal juga .. :)

      Hapus
  5. saya mensugesti ibu untuk sehat.. sehat.. sehat...
    habis ini jangan liat foto saya ya bu, takutnya sugesti saya rusak gara gara liat wajah saya.. heheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih sugestinya ... hehehe
      eh siapa tau setelah liat fotonya malah jauh lebih sehat ;)

      Hapus
  6. huhuhuhu,,ini nendag bangettt teh...makasih sudah diingetin lewat tulisan ini ^^
    cepat baik dan sembuh,baarokallah ^_^

    BalasHapus
  7. alhamdulillah, semoga semakin membaik, ya Mbak.

    Betul kegembiraan adlh obat. Salah seorang teman sy berprinsip, "Ukir kebahagiaan di atas batu, tulis kesedihan di atas pasir." Maksudnya kl crt sedih, mah jgn dibiarin berlarut2. Tulis di pasir biar ketiup angin atau mesapu ombak. Beres :)

    Waktu bbrp tahun lalu, dokter blg kalau kemungkinan sy kena kanker dan bikin sy histeris bgt plus hilang semangat hidup. Mamah sy, blg kayak gini, "Kenapa hrs berlarut2 sedihnya? Takut meninggal? Semua org juga bakal meninggal."

    Kl suami blg, "terserah mau berobat dengan cara apa. Suami mendukung penuh pilihan saya selama sy gak terlalu stress menyikapinya."

    Dr situ sy mulai coba santai ngejalanin. Dinikmati aja. Dan itu pengaruh bgt, lho! Efeknya positif!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Chi, pengobatan yang bisa membuat nyaman, makin membuat kita bisa menikmati sakit ya.

      Semoga kita semua selalu sehat ya ..

      Hapus
  8. waw kereen..yg sakit dari bandung aja bela-belain datang acara blogger nusantara. aku apa kabar yak?huhuhu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ke Yogya itu salah satu obat biar sehat, hehehe

      Hapus
  9. Teteh.... semoga segera pulih yaaaa.... aku doakan dari jauh.... sehat..sehat..sehat....

    BalasHapus
  10. Allhamdulillah bisa ikutan ya ke Jogja, hikks aku gak bisa bunnnnnn . Sehat terus ya bun, asyik euy si Aa mau jaan-jalan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah akhirnya bisa ketemu temen2 yang lain.

      Hapus
  11. semoga selalu sehat dan bisa menikmati acara di sana dengan nyaman ya Bu.....

    BalasHapus
  12. Aa bikin semangat ya teh? alm. ibu dulu pernah bilang kuat dan sabar ngerasain sakit kalo inget anak2, ibu nggak pernah ngeluh sakit ke anak2 nya belakangan kita tau setelah ibu nggak ada. t Dey pasti kuat ada Aa yang perhatian dan pak Fikri yang setia menemani, Doa umi selalu untuk kesehatan t Dey

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah Ummi, saking perhatiannya sampai2 ke Yogya pun dua orang lelaki itu menemaniku .. heehe

      Hapus
  13. Wah ikutan ke Jogja ya bu??
    nanti ketemuan ya pas hari minggunya, tapi saya ndak ke daftar sebagai peserta. pendaftaran dah keburu ditutup.

    Semoga sehat selalu bu

    BalasHapus
    Balasan
    1. hari Minggu saya udah pulang :D

      Hapus