Kamis, 01 Agustus 2013

Kelor si Pohon Ajaib

Hai Aa Fauzan, sedang apa Nak. Pernah minta ibu untuk menulis cerita khusus buat Aa kan ? Sini, ibu bakal cerita buat Aa. Tentang salah satu pohon yang ada di halaman rumah kita, si pohon ajaib.

Aa tahu kan, kalau Mbah Kung suka sekali berkebun. Aneka tanaman banyak tumbuh di halaman rumah kita. Itu semua berkat kesukaan Mbah Kung. Ada beberapa pohon buah-buahan, pepaya, mangga, pisang, jambu (batu) contohnya. Ih, seperti lirik lagu anak-anak ya. Belum lagi tanaman lain, singkong, bayam, cincau, melinjo. Yang sudah di tebang dan di cabut karena bosan juga banyak, seperti markisa, terong belanda, banyak deh. Tanaman hias malah sedikit, karena memang Mbah memang lebih suka menanam tanaman yang hasilnya bisa di makan. Kata Mbah, tanaman hias cuma bisa di pandang saja.

Satu lagi nih jenis tanaman yang ada di halaman rumah kita dan paling Mbah suka, yaitu tanaman obat. Ada kumis kucing, temu lawak, kunyit, jahe, temu kunci, bluntas, mint, brotowali, apalagi ya. Ibu sampai lupa. O iya, pohon kelor. Ini nih yang kayaknya seru untuk di ceritakan ke Aa.

Aa ingat apa tidak, sering sekali tetangga yang kita kenal datang ke rumah untuk minta daun ini.  Malah pernah malam-malam, ada orang yang tidak kita kenal sebelumnya datang mengetuk pintu. Hanya untuk meminta daun ini. Karena katanya, susah sekali mencari pohon kelor. Dan sepertinya, di Parongpong dan sekitarnya, hanya di rumah kita tumbuh pohon kelor.

Mereka meminta daun ini dengan alasan untuk obat. Menurut mitos, orang yang sakit keras dan tidak kunjung sembuh, setelah diberi daun kelor akan membaik. Atau kemungkinan malah akan meninggal. Untuk yang satu ini, Aa jangan percaya ya. Karena kematian itu adalah rahasia Allah. Kalau toh meninggal, itu sih memang sudah takdirnya.

Dunia memang tidak selebar daun kelor.
Perbandingan daunnya yang kecil-kecil dengan telunjuk ibu.

Memang, pohon kelor ini banyak manfaatnya, salah satunya untuk obat mata. Mbah suka sekali merendam beberapa lembar daun kelor di dalam segelas air matang. Lalu airnya di pakai untuk mencuci mata. Kata Mbah sih, matanya jadi berasa segar. Daun, bunga bahkan bijinya yang biasa disebut kelantang enak di sayur lho, di buat sayur bening, di tambah temu kunci dan daun kemangi. Hmmm ... segar. Sssttt, lagi-lagi ini kata Mbah, karena ibu sendiri belum pernah mencobanya ;-).

Selain untuk obat mata, daun kelor bisa untuk menghilangkan pegal linu, membantu menurunkan kadar gula darah, cacingan, alergi dan masih ada sekitar 300 penyakit yang bisa disembuhkan dengan daun ini. Wow, khasiat yang beragam ternyata ya. Tradisi pengobatan Ayurveda India Kuno sudah membuktikan hal ini.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) malah menjadikan pohon kelor sebagai pohon ajaib lho dan menganjurkan bayi dan anak-anak di masa pertumbuhan untuk mengkonsumsi daun kelor ini. Alasannya karena pohon ini berjasa sebagai penambah kesehatan berharga murah selama 40 tahun di negara-negara termiskin di dunia.

Baca deh sama Aa tentang nutrisi daun kelor yang ibu diambil dari wikipedia :

Dari hasil analisa kandungan nutrisi dapat diketahui bahwa daun kelor memiliki potensi yang sangat baik untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Dengan mengonsumsi daun kelor maka keseimbangan nutrisi dalam tubuh akan terpenuhi sehingga orang yang mengonsumsi daun kelor akan terbantu untuk meningkatkan energi dan ketahanan tubuhnya. Selain itu, daun kelor juga berkhasiat untuk mengatasi berbagai keluhan yang diakibatkan karena kekurangan vitamin dan mineral seperti kekurangan vitamin A (gangguan penglihatan), kekurangan Choline (penumpukan lemak pada liver), kekurangan vitamin B1 (beri-beri), kekurangan vitamin B2 (kulit kering dan pecah-pecah), kekurangan vitamin B3 (dermatitis), kekurangan vitamin C (pendarahan gusi), kekurangan kalsium (osteoporosis), kekurangan zat besi (anemia), kekurangan protein (rambut pecah-pecah dan gangguan pertumbuhan pada anak).

Kayaknya kita memang harus mencoba memakan sayur dari daun ini ya seperti kebiasaan Mbah itu. Tapi kenapa ya, masih ada juga yang tidak berani mengkonsumsinya dengan alasan takut "ilmu" nya hilang. Hadeuh, ada-ada saja. Yang ini juga jangan di percaya ya A.
 
Batang berkayu (lignosus), tegak, berwarna putih kotor, kulit tipis, permukaan kasar; percabangan simpodial, arah cabang tegak atau miring, cenderung tumbuh lurus dan memanjang. Daun majemuk, bertangkai panjang, tersusun berseling, beranak daun gasal (imparipinnatus), helai daun saat muda berwarna hijau muda.

Satu lagi cerita tentang pohon kelor yang kita punya, pernah ada beberapa orang yang ingin menanam pohon ini, lalu  Mbah memberi batangnya untuk di tanam. Ternyata oh ternyata, kenapa mereka tidak berhasil menanamnya. Kurang tau tuh kenapa, padahal cara menanamnya sama seperti yang Mbah lakukan. Pernah lho Mbah hanya meletakkan batang kelor di atas tanah, eh tumbuh tunas, padahal tidak berniat untuk menanamnya. Kata orang-orang sih, tangan Mbah itu dingin, karena menanam segala sesuatu  pasti tumbuh subur.


Tinggi menjulang.

Diantara rimbunan pohon talas.

Ngomong-ngomong, Aa tahu kan yang mana pohon kelor. Itu lho yang tumbuh tepat di depan pintu samping rumah kita. Tumbuh di sebelahnya pohon melinjo dan di bawahnya ada pohon talas. Ada beberapa pohon lagi di kebun belakang. Kelor mempunyai nama latin Moringa oleifera, tinggi pohonnya antara 7 - 11 meter. Pantesan pohon kelor yang di rumah bisa menjulang tinggi ya.

Ok deh Aa Fauzan yang pintar, ceritanya ibu sudahi saja. Bosan membacanya ? hehehe ... biasa kali ah, kan ibu memang susah berhenti kalau sudah bercerita ;-)

66 komentar :

  1. Boleh minta bibitnya ga Teh Dey? Hehehe..
    Sukses ya Teh kontesnyaaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh banget, tapi gimana ngirimnya ? Ambil kesin ya .. hehe

      Hapus
  2. pengen punya juga mbak, tanaman ini termasuk bisa dijadikantanaman obat khan? oh ysa, salam kenal ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. aduh, kalau dekat sih saya kasih tuh stek batangnya buat di tanam.
      Iya, ternyata pohon ini banyak khasiatnya.

      Salam kenal juga ..*udah sering baca namanya di KEB dan beberapa kali ngintip blognya lho ... ;)

      Hapus
  3. he he he makasih postingannya aku baru tahu loh pohonnya.. padahal dongengnya sering denger.... hmm ternyata daunnya kecil kecil yah kaiak daun katuk...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kesini atuh biar bisa liat langsung pohonnya.

      iya mirip daun katuk dan memang bisa juga untuk ibu menyusui supaya ASI-nya lancar. Pernah liat di TV yang ngebahas tentang ini.

      Hapus
  4. Wah saya juga punya pohon ini mbak, ternyata ini yg namanya daun kelor. Selama ini saya hanya mengagumi bentuk daunnya aja. Dulu dibonsai. Terus saya pindahin ke tanah, dahan dan rantingnya jadi tambah banyak.

    Moga sukses ya mbak, tulisannya bisa menang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. waahhh, bisa di bonsai ya, saya malah baru tahu. Di sini biarkan tumbuh menjulang saja. Kadang2 di tebang sih, supaya tumbuh tidak terlalu tinggi.

      Hapus
  5. Mbak Dey, selain dipakai untuk perumpamaan dunia tak seluas daun kelor, daun ini juga sering dipakai untuk cerita-cerita mistik ya? Ternyata banyak juga manfaat pohon ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mbak, itu seperti yg saya tulis. Mereka yg datang meminta daun ini, biasanya mereka yg percaya untuk pengobatan penyakit mistik dan masih ada yang tidak berani memakannya karena takut 'ilmu'nya hilang.
      Wallahualam.
      Karena buat Mbah-nya Fauzan, daun ini dikonsumsi seperti sayuran biasa dan Alhamdulillah malah sehat tuh.

      Hapus
  6. baru tahu pohonyya,daunnya...pokoknya baru tahu disini mbk dey hihihi *terlalu ya hahaha
    sukses GAnya mbk :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihhi, makanya kesini yuk, biar tahu pohon aslinya :D

      Hapus
  7. iya mbak, kalau di rumah juga itu dibuat sayur, enak hihi
    sukses ya ngontesnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. tu kan, enak buat sayur .. hehe

      Hapus
  8. Sepertinya aku pernah melihatnya... baunya piye iku Mba Dey

    BalasHapus
  9. Wah, tante Al juga jadi nambah ilmu deh ini, Aa. Baca cerita ibu, jadi pengen balik ke rumah Aa deh utk lihat lagi si daun kelor, soalnya Tante Al, kalo ke rumah Aa, kan taunya langsung masuk, dan nemplok di ruang tamu, bukannya lihat2 koleksi tanaman Mbah Kung. Hihi.

    Teh, baru tau lho aku akan khasiat si daun ajaib ini. Perlu dicoba juga nih untuk kesehatan mata, biar tambah segar. Hehe. Trims infonya, Teh, sukses yaaaa. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi, kan tujuan kesini memang buat nemplok di kursi, bukan liat2 tanaman mbah .. :D

      Saya sendiri malah belum coba lho ..:D

      Hapus
  10. tumbukan daun kelor ini dulu suka diborehin sama mama di lututnya, katanya sih buat pengapuran..

    kalau makannya pernah sekali bu..., di rumah saudara

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, memang bisa buat pengapuran.

      Hapus
  11. Oh iya, di rumah sudah ada batang kelor tapi belum saya tanam, hehe...

    BalasHapus
  12. Kalo di daerah Bugis (Sul Sel), kami suka makan sayur daun kelor mbak. Biar pun dibuat sayur bening saja, enak juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di luar Jawa memang daun ini biasa jadi sayuran ya mbak ...

      Hapus
  13. kalo di tempat saya kelor biasanya dicampur dengan air terus digunakan untuk mandikan orang mati, saya sudah pernah mengalaminya, memandikan mbah dan pakdhe waktu meninggal

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, ada juga yang menggunakannya untuk itu.

      Hapus
  14. Apalagi di jakarta ya bu Dey... Pohon kelor sepertinya langka sekali...
    Pernah baca sy di trubus, memang manfaatnya banyak sekali..

    Hebat deh Mbah Kung, rajiiin banget..
    Saya jg sebenernya lebih suka nanem tanaman yg dimakan, tp sy rebutan sama tikus Mbah Kung.. Huhuhu, sedih... Gmana dong.. Udah capek nanem yg nikmati tikus, hiks..

    Bu Dey, sukses GA nya ya... Adem mbacanya,, ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena jakarta udah sedikit lahan buat berkebun, hehe.

      Mbah mau ngapain lagi setelah sepuh & pensiun, hobinya berkebun, jadi ya senengnya tanam menanam aja untuk mengisi waktu. Hehehe, tikusnya suka sayuran ya ..

      Makasih Mbak Thia ..

      Hapus
  15. Asyiik ya Aa, belajar bersama ibu melalui cerita. Kebun mbah Kung sekolahan alam unggulan bertaraf internasional loh dan ibu Dey guru luar biasa. Nyoba sayur bening katuk yang segar yook. Sukses GAnya Teh. Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduh bu, saya sebenarnya tidak seperti Mbahnya Fauzan. Karena sering ada yang minta daun kelor ini dengan berbagai alasannya, jadi ada ide buat menulis & bercerita buat Fauzan.

      Hapus
  16. kalau disini daun kelor buat nglunturin susuk di badan bu. . . Biasanya kalo udah pake daun kelor tak berapa lama orangnya meninggal. Mitos kali yak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, beberapa yang minta daun kelor juga ada yang buat itu. Walau mereka menyebutkannya dengan tersirat :)

      Hapus
  17. Saya juga suka jangan kelor..

    Mungkin karena embah saat menanam lebih menggunakan rasa cinta mbak, dibanding mereka yang menanam dengan cara biasa saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kali ya, si Mbah itu cinta banget dengan semua tanaman, jadi aja tumbuh subur.

      Hapus
  18. Ternyata buanyak bener ya teh khasiatnya... Aku malah belum pernah liat tumbuhan kelor ini, sejak kecil sering nyebut soal daun kelor tapi gak pernah tau yang mana wujudnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, saya juga baru tau setelah Mbahnya Fauzan nanem di halaman rumah. Sebelumnya juga cuma suka denger namanya aja.

      Hapus
  19. ternyata daun kelor banyak manfaatnya, ya :)

    BalasHapus
  20. dunia memang tak selebar daun kelor
    manfaatnya banyak banget dari ngobatin panas sampe ngusir jurig hehe

    BalasHapus
  21. Sering mendengar pepatah "dunia tak selebar daun kelor" eh baru lihat sekarang yang namanya pohon kelor.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hampir semua tau pepatah itu tapi jarang tau aslinya ya mbak ...

      Hapus
  22. Ilmu tambahan nih, saya baru tahu lho teh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih kalau ternyata postingan ini ada tambahan ilmunya :)

      Hapus
  23. kalau tahu begitu saya nanem deh daun kelornya. Salam kenal ya mak

    BalasHapus
  24. thanks infonya Mbak. Saya baru denger soal daun kelor buat mata ya.. Di kampung saya juga daun kelor banyak digunakan untuk pengobatan traditional.. mislanya demam, panas dalam..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ternyata memang di banyak daerah daun ini biasa jadi obat juga ya selain di konsumsi.

      Hapus
  25. Dunia tak selebar daun kelor. Oww baru lihat, ternyata sekecil itu ya daunnya.
    Moga sukses untuk ngontenya, ya Teh Dey ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. kecil seperti daun katuk gitu deh.
      Makasih .. :)

      Hapus
  26. Batangnya juga banyak di cari orang ...

    katanya sih untuk menolak bala ...

    Salam saya Bu Dey

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya malah baru tau tuh kalau batangnya di cari untuk menolak bala.

      Hapus
  27. Pohon kelor akrab dengan namanya tapi tidak familiar dengan bentuknya. Hmmm, jadi tau deh sekarang. Makasih ya bu Dey. Ikut belajar sama Aa Fauzan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 mbak Niken, berbagi yg saya tau lewat postingan :)

      Hapus
  28. Wah seru nih.. ikut ga sambil cerita sama anak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. seru ya ? heehe, cuma cerita tentang daun kelor.

      Hapus
  29. Begitu toh penampakan daun Kelor yang terkenal itu? Heu :D Baru lihat dong... Makasih postingannya Teh Dey...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ntar kalo EVi kesini, diliatin langsung deh penampakan aslinya :D

      Hapus
  30. Saya baru tahu kalo si kelor berkhasiat banget Teh

    BalasHapus
  31. oh ini daun kelor itu ya mbak...

    dibelakang rumah saya malah tumbuh sendiri, saya kira tanaman liar jadi saya tebas aja. Tapi ternyata tumbuh lagi, jd saya biarin aja dan skrg tinggi menjulang. :D

    Ternyata khasiatnya bejibun ya.. hmm..

    BalasHapus
  32. Sudahkah kirim biodata ke murtiyarini@ipb.ac.id ? Ditunggu ya..

    BalasHapus
  33. Sudahkah kirim biodata ke murtiyarini@ipb.ac.id ? Ditunggu ya..

    BalasHapus
  34. Bu dey daun kelor bisa di tumis enggak...?

    BalasHapus
  35. Bagi yg ingin bibit kelor, monggo mampir ke tempat kami di jogja 0857 4017 0007

    BalasHapus