Senin, 23 April 2012

Potret Kartini Masa Kini : Perempuan biasa yang sederhana

Hari minggu kemarin, kami bertiga jalan-jalan pagi ke daerah perkebunan teh Sukawana. Letaknya yang tidak jauh dari rumah, menjadikan tempat ini sebagai tempat favorit. Jaraknya sekitar 2 km, karena jalannya yang menanjak, jadi serasa jauh.

Sebenarnya ibu sudah beberapa kali posting tentang jalan-jalan ke daerah ini, terakhir bersama-sama teman-teman blogger. Untuk yang kali ini, ibu akan bercerita yang lain, meski pergi ke tempat yang sama.

Sebelum mencapai perkebunan teh, kami melewati banyak kebun dan padang rumput yang luas. Hari itu masih pagi, rumput dan pepohonan masih dibasahi embun. Terasa basah di sepatu & kaos kaki yang kami pakai saat menginjak rerumputan.

Ada pemandangan yang sebenarnya adalah hal biasa yang sering kami liha disini.

 Ibu-ibu yang sedangg menyabit rumput, biasanya untuk makanan ternaknya, kebanyakan penduduk disini memelihara sapi perah.

 Diantara 5 orang yang bekerja di kebun dalam foto ini, hanya ada 1 laki-laki, sisanya perempuan.

 Memasuki komplek Villa mewah disini, ada perempuan sederhana yang sedang memangkas pagar tanaman di salah satu villa.

Masih di komplek Villa, di lahan kosong yang di jadikan kebun. Perempuan ini membantu sang suami memanen brokoli.


Yang ibu tahu, sebagai pekerja di kebun (kebunnnya milik orang lain), mereka di bayar sekitar Rp 25.000,-  sampai Rp 40.000,-.  Bekerja dari pagi sampai siang hari. Sementara yang menyabit rumput, biasanya untuk ternak pribadi dan hasil perahan susunya, dibayar 2 minggu sekali.

Dari kecil ibu suka menyebut mereka dengan sebutan Polwan, hehhehe. Fisiknya itu lho, kuat banget. Mengangkat hasil menyabit rumput, hasil panen dan beberapa pekerjaan yang lazimnya di lakukan kaum laki-laki.

Meski begitu, mereka tidak melupakan kodratnya sebagai perempuan lho. Sebagian dari mereka selalu berdandan, pakai bedak & lipstik jika akan berangkat bekerja. Kadang sambil mengasuh anaknya yang masih kecil

Buat ibu, mereka adalah istimewa. Apa yang mereka lakukan itu, selain berat secara fisik,  juga untuk membantu perekonomian keluarga. Untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Mungkin mereka hanya mengenal sosok Kartini sebagai pahlawan wanita, tapi dengan usahanya untuk anak-anak, sebenarnya adalah melanjutkan cita-cita Kartini.

Apakah mereka termasuk Kartini masa kini ? Yang pasti, maju terus perempuan Indonesia, apapun yang dilakukan dengan keikhlasan demi keluarga, pasti besar nilainya di mata Tuhan.

Tulisan ini  diikutsertakan pada Kontes Blogger Kartinian yang diselenggarakan oleh Blog Ceritayuni disponsori oleh Blogdetik dan Blogcamp Group


Psstttttt, masih banyak kontes yang lain lho ... bisa lihat di blog Mama Olive yang ini.

41 komentar :

  1. mereka kartini adalah perempuan yg tak pernah menyerah dan megeluh...
    :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, yang penting bekerja dan bekerja untuk keluarga, terutama anak2nya ..

      Hapus
  2. Subhanallah...salut dengan para ibu2 seperti mereka, mbak!

    Setiap ibu adalah istimewa ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, setiap perempuan pasti punya kelebihan masing2..

      Hapus
  3. tetap berjuang untuk hidup ya bu....^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak harus putus asa menghadapi hidup ..

      Hapus
  4. Balasan
    1. Berjuang dengan caranya masing2..

      Hapus
  5. perempuan-perempuan hebat!!! selamat hari Kartini mbak Dey ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perempuan2 yg banyak di sekeliling kita Mbak, selamat hari kartini juga ya ...

      Hapus
  6. ibu ibu di pedesaan kayaknya lebih pantas disebut kartini dan wanita karir dibandingkan mereka yang di kota...

    BalasHapus
  7. Balasan
    1. Mereka ada di sekitar kita mbak ..

      Hapus
  8. jadi inget, orin jg punya foto petani tomat waktu ke Sukawana baheula tea, dipajang aaaah hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi, sok atuh pajang ... lumayan buat ikutan GA.
      sekarang kebunnya sedang ditanami brokoli.

      Hapus
  9. Perempuan-perempuan hebat..
    Kadang sampe geleng-geleng ngeliat kekuatan fisiknya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, hebat bener mereka ..

      Hapus
  10. Dey...apa kabar?
    Kangeeeeen...
    Buat saya, menjadi apapun seorang wanita, sepanjang dia bisa menjalankan tugasnya dengan seimbang dan optimal, adalah sosok seorang Kartini modern, Dey :)

    Tugas menjadi penyeimbang dalam rumah tangga itu tidak mudah, perlu hati dan ilmu serta semangat pantang menyerah untuk memecahkan setiap masalah.
    Selamat ikutan lomba ya, sukses!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Ir .. sama nih, kangen juga, Mbak Irma baru muncul lagi.

      Bener kata mbak Irma, yang pasti, seorang perempuan harus terus belajar ya mbak, dengan caranya sendiri2.

      Hapus
  11. Iya ya teh, salut banget sama ibu-ibu pejuang seperti mereka... Semoga anak2 mereka bisa menghargai perjuangan ibunya dan berhasil dalam pendidikannya ya teh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin ...
      Keinginan para ibu yg bekerja seperti itu, supaya anak2nya tidak seperti mereka.

      Hapus
  12. duh jadi inget ibu saiah mbak... perempuan2 ini memang selalu menginspirasi yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, selalu menjadi inspirasi dimana aja ..

      Hapus
  13. kemarin di Bali ngeliat perempuan jadi kuli bangunan, salut euy. lah saya ngangkat sak semen aja boro2 kuat
    tapi mereka? Hmm ... seperti perempuan2 yang di atas juga, superlah pokoknya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hadeuh, apalagi sy mbak, jalan ke kebun teh itu udah ngos2an, sementara mereka bisa tiap hari & ngangkut rumput.

      Hapus
  14. saya pernah teh main-main ke atas sana, kalau dari kampus ciwaruga kan deket ke parongpong terusin ke lembang situ :D. masih asri pisan daerahnya ya, sukawana di atas nya parongpong kan?
    semoga perempuan perempuan/ibu-ibu diatas bisa jadi inspirasi & penyemangat buat kita semua ya, amin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayu atuh, kapan ke sukawana lagi ..

      Hapus
  15. perempuan perempuan hebat ya...
    belum tentu kita bisa sanggup menjalani hidup dengan cara yang sehebat mereka

    BalasHapus
    Balasan
    1. menjadi hebat dengan caranya yang sederhana ..

      Hapus
  16. semua perempuan yang ada di indonesia adalah bagian dari kartini kartini masa kita selama mereka berkontribusi terhadap kemajuan negara ini sekecil apapun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekecil & dengan caranya sendiri, tetap untuk Indonesia ya ..

      Hapus
  17. perempuan memang hebat,,,

    selamat hari kartini,.,,

    BalasHapus
  18. Iya...emang subhanalloh banget ya teh melihat kiprah pekerjaan mereka, yang termasuk "berat" dimata kita, tapi mereka melakukannya dengan baik...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat mereka mah kayaknya gak berat ya, asik2 aja ngangkat rumput setumpuk gitu, hehe ..

      Hapus
  19. Diantara kemegahan dan kemewahan, masih banyak kartini yg tidak mempermasalahkan kesamaan gender. Mereka luar biasa dalam membantu peran suami memenuhi kebutuhan keluarga. Tapi belum pernah ada berita tentang pemberian penghargaan bagi mereka yang mengumpulkan sedikit dan itupun kadang habis hari itu juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mereka gak peduli kesamaan gender, pokoknya kerja, dapat uang & ikut membantu suami menafkahi keluarga.

      Hapus
  20. Jadi inget sama ibu yang suka berkebun.
    Seorang ibu, istri dan seorang wanita yang hebat tentunya. Perjuangan dan jerih payahya akan terbayar kelak di kemudian hari.

    BalasHapus